Belajar Telaten dari Tanah Liat

Malang Post 15 oktober 2016

Malang Post 15 oktober 2016

Malang Post 15 oktober 2016

EDUSTYLE

Belajar Telaten dari Tanah Liat

SELAIN mengajar di jurusan Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM), salah satu dosen, Dr. Ponimin, S.Hum juga mempunyai kegiatan lain yakni membuat seni patung dari tanah liat; Salah satu yang dipamerkan adalah patung ibu. setinggi 3 meter yang dipamerkan saat pameran seni Arteastism #2 Paatpm Art Point of View di
Sasana Budaya UM Ponimin mengatakan, tanah hat memang menjadi ketertarikannya untuk dapat di aplikasikan dalam segala karya seninya. Pasalnya, tanah liat dianggap pria lulusan doktor Creative Program Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta itu sebagai bentuk dan ketelaten’an.
“Karena tanah liat masuk dalam katagori seni earthenware, membuatnya butuh ketelatenan dan kesabaran,” jelasnya.
Ponimin menjelaskan, tanah liat biasa dibuat seperti koin kemudian dibakar, setelah kering baru dapat disusun hingga setinggi produk seni yang di inginkan. Hal ini sesuai dengan patung yang ia buat, yakni keuletan dari I seorang ibu.
Ponimin mengaku membuat patung dari tanah liat bukan menjadi masalah baginya. “Karena sudah ter biasa,” ucapnya. Pasalnya, jiwa seni memang sudah melekat pada dirinya semenjak saat. Bahkan la sudah menggeluti semenjak duduk di bangku sekolah menengah pertema.
Setelah menyelesaikan studi di jenjang sekolah menengah, Ponimin melanjutkan pemahamannya di dunia sei rupa di ISI Jogjakarta. Belum puas, la  pun meneruskan program magistemya di kampus yang sama dengan peminatan yang sama, yakni bidang sem. Kemudian ia pun melanjutkan program doktoralnya, dengan mengambil peminatan Creative Program,
Rencananya, November mendatang, Ponimin akan bertandang ke Shanghai, untuk sharing tentang Kendi Kamandalu yang kami berada di Candi Kidal, dalam acara Teapot Contemporary Shanghai 2016. (ma/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *