UM Sambut 50 Mahasiswa Internasional

Malang Post 28 September 2016

Malang Post 28 September 2016

Malang Post 28 September 2016

UM Sambut 50 Mahasiswa Internasional

MALANG- Sebanyak 50 mahasiswa Internasional unjuk gigi di¬ hadapan petinggi rektorat Universitas Negeri Malang (UM), Selasa (27/9). Beberapa diantara mereka nampak percaya diri, namun sebagian juga ada yang nampak malu-malu. Meski demikian, hal itu tak mengurangi kemeriahan sambutan penerimaan mahasiswa internasional .UM.
Alex Melnik, mahasiswa Universitas California USA yang mengambil kuliah singkat di UM mengaku awalnya takut berbicara dengan orang Indonesia. Pasalnya, ia belum mahir berbahasa. “Sekarang saya kuliah di UM sampai sembilan bulan kedepan.
Saya belaj ar bahasa Indonesia semenjak tiga minggu lalu, hampir setiap hari ketemu orang Indonesia sekalian ketemu, akhirnya berani bicara dan bertanya, ” kenangnya.
Pertama kali tinggal di Indonesia, bukanlah hal mudah bagi pria berusia 20 tahun tersebut. Ia sering jalan-jalan seorang diri mengitari kampus. Setelah mahir
sepatah dua patah kata dalam berbahasa Indonesia, akhimya ia mulai percaya diri untuk berkenalan dengan orang barn.
Alex datang ke Indonesia karena mendapat beasiswa dari Amerika Serikat untuk mempelajari bahasa Indonesia. Hal ini dianggap sebagai peluang dan kesempatan bagi Alex, untuk mempelajari ideologi berbangsa dan berbudaya dari warga negara
lain.
Prof. Dr Yazid Basthomi, Direktur Hubungan Internasional (HI) UM menyatakan para mahasiswa internasional itu datang dari beberapa program, seperti Keqasama Negara Berkembang (KNB) dan Darmasiswa.
Negaranya pun bermacam-macam, seperti Hongaria, Thailand, Amerika Serikat, Timor Leste, Kenya dan Palestina. “Dari China ada tiga mahasiswa dan dua dosen. Mereka akan belajar di Fakultas Sastra di prodi musik dan tari,” jelasnya.
Di antara mereka ada mahasiswa permata yaitu pertukaran mahasiswa Nusantara. Rencananya, jika terpilih oleh Ditjen Belmawa Kemerinstek Dikti, mereka akan dikirim ke Francis untuk mengikuti kegiatan di sana selama tiga bulan.
Augusta dari Asosiasi Mahasiswa Asing UM berpesan kepada mereka agar tidak ragu bertanya kepada para dosen.” Jangan takut bertanya karena mereka adalah
bapak ibu kita di sini secara akademis. Sekarang, UM adalah rumah kita,” ujar Augusta dari Timor Leste ini. (nia/udi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *