Jeremias A Pah Maestro Sasando

Surya 28 September 2016

Surya 28 September 2016

Lowongan Kerja KPK0008

Jeremias A Pah Maestro Sasando

Artikel: RINA SRI UTAMI Mahasiswa Geografi Universitas Negeri Malang

DESA Oebelo, Kecamatan Puluthie, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur(NTT).Sengaja saya bertandang ke sana, karena dihantui rasa penasaran ingin
bersua dengan maestro sasando yang namanya felah mendunia, Jeremias A Pah.
Sesampainya di sana, rumah Jeremias diramaikan anak-anak yang sedang berlatih bermain sasando, alat musik petik dari daun lontar, khas NTT.
Mengenakan pakaian tradisional khas Pulau Rote, Jeremias antusias melayani anak-ahak bermain sasando, membuat saya sungkan menyapanya. Berunttmg Diknas John Pah, anak Jeremias mengetahui kedatangan saya lain menyapa dengan hangat.
Saya memperkenalkan diri, lain berbincang mengenai sasando. Warga setempat menyebutnya sasandu, atari alat yang bergetar atau berbunyi. Menurut Diknas, ada dua jenis sasando, diatonis dan pentatonis.
Sasando diatonis pertama kali dibuat di Pulau Rote abad ke-17. Sasando Diatonis hanya terdiri dari beberapa senar danhanya bisa memainkan lagu-lagu tradisional Pulau Rote.
Seiring berjalannya waktu sasando mengalami perkembangan ditandai dengan munculnya sasando pentatonis yang terdiri dari 24 senar, 28 senar dan 32 senar.
Sasando pentatonis bisa digunakan untuk memainkan lagu-lagu nasiondl dan modem,sedangkan sasando yang biasa dipakai untuk even adalah sasando pentatonis 32 dawai.
Bangunan yang disebut Bengkel Sasando ini didirikan Jeremias pada 1978. Kecinta-
annya terhadap sasando yang begitu dalam membuatnya terus menekuni sasando, mulai dari pembuatannya hingga membawai sasando ke mancanegara melalui undangan Kementerian Pariwisata.
Semangatnya melestarikan alat musik khas Pulau Rote ini mengantarkan Jeremias memperoleh penghargaan sebagai Pelestari dan Pengembang Warisan Budaya boleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata pada 2006.
Setahun kemudian, Jeremias dinobatkan sebagai Seniman Senior Indonesia (Maestro) Seni Tradisi Musik Sasando oleh kementerian yang sama.
Tak hanya Jeremias, keluarganya pun bahu membahu membuat sasando. Tak heran
jika di bangunan seluas 12 x 20 m2 ini terpampang banyak alat musik sasando dalam berbagai ukuran.
Ada juga gantungan kunci hingga miniatur sasando yang bisa menjadi pilihan para pelancong sebagai buah tangan untuk kawan atau keluarga.(http://surabaya.tribunnews. com/2016/09/27/sua-jeremias-a-pah-maestro-sasando-ntt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *