Menjadi Guru di Thailand

Surya 27 September 2016

Surya 27 September 2016

Surya 27 September 2016

Menjadi Guru di Thailand

Artikel: NAILAH SA’DIYATUL FITRIAH Mahasiswa Sastra Inggris Universitas Negeri Malang/sedang PPL-KKN di Thailand

JAMAK terjadi di Indonesia, sekolah memiliki tukang kebun, petugas kebersihan, hingga satpam penjaga sekolah. Untuk itu harusnya para guru di Indonesia bersyukur.

Mari bandingkan dengan guru-guru di Thailand selatan ini. Bukan sekadar mengajar, para guru ini masih harus merangkap mengerjakan semua kewajiban beberapa petugas di sekolah. Dengan kata, kebersihan sekolah menjadi tanggung jawab para   guru.

Tak heran bila para guru harus membagi tugas mereka antara mengajar dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah dalam bentuk piket harian. Siapa pun yang mendapatkan jadwal piket tersebut harus melaksanakan beberapa kewajiabn.

Biasanya/setiap hari ada enam gum yang bertugas  Tak sebagia gum piket, tiga guru dari Anuban atau TK dan tiga gum dari Pa’thum atau SD Tiga orang guru Anuban membersihkan lingkungan sekolah bagian depan (TK) dan tiga gum lainnya mem bersihkan bagian belakang (SD).

Tugas para guru piket ini bervariasi. Mulai dari membersihkan halaman sekolah (depan belakang memunguti sampah di sekitar lapangan futsal sekolah,menjemput beberapa siswa yang mmahnya jauh dari sekolah, menyambut kehadiran siswa, membersihkan kelas saat jam pelajaran usai.

Bahkan, guru piket ini harus menunggu sampai semua siswa pulang dijemput orang tua masing-masing. Jika ada seorang siswa saja yang belum dijemput orang tuanya, guru piket ini tidak boleh meninggalkan sekolah.

Tak jarang para Guru harus menghabiskan aktivitasnya sehari-hari hanya di sekolah saat mereka ketiban piket. Mereka harus datang ke sekolah pukul 06.30 dan pulang ke rumah sekitar pukul 17.00, karena harus menunggu para siswa pulang semua.

Dari hal ini bangkitlah kesadaran siswa untuk bersikap hormat dan menghargai jerih
payah guru piket dengan tidak membuang sampah sembarangan, lebih menjaga kebersihan lingkungan sekolah sehingga dapat meringankan beban para guru
mereka untuk membersihkan sekolah.

Bagaimana kalau ini diterapkan di Indonesia?(http;//surabaya.tribunitews com/2016/09/26/bersyu-kurlah-menjadi-guru-di-indonesia)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *