Belajar BK Tak Hanya Bisa Jadi Guru

Malang Post, 23 September 2016

Malang Post, 23 September 2016

Malang Post, 23 September 2016

Belajar BK Tak Hanya Bisa Jadi Guru

MALANG- Mendengar kata Bimbingan Konseling (BK), selalu dikaitan dengan guru BK yang bertugas menghukum siswa ketika melanggar aturan. Padahal, Dr. Adi Atmoko, M.Si, ketua jurusan Bimbingan Konseling UM mengatakan selain menjadi guru, mereka juga dapat menjadi konselor di Lembaga Pemasyarakatan dan Badan Narkotika Nasional.
Hal itu ia nyatakan saat ditemui Malang Post ditengah kesibukan menjadi salah satu panitia kegiatan Olimpiade Bimbingan Konseling nasional, yang digelar oleh jurusan BK Universitas Negeri Malang (UM), kemarin.
Seperti di LP, Adi menyebutkan ada aspek pendidikan untuk anak-anak yang membutuhkan tenaga dari BK. Hal yang sama juga teqadi pada BNN. “Kami sebenamya profesi bantuan, analisis sesuai kebutuhan instansi memang prioritasnya mengacu pada pendidikan,” terangnya.
Oleh karena itu mahasiswa perlu meningkatkan kompetensi mereka, melalui kompetisi salah satunya olimpiade yang diselenggarakan pihak UM. Hal ini dinilai dapat memacu keterampilan mereka sebagai seorang konselor.
Olimpiade yang diselenggarakan UM diharapkan dapat memfasilitasi mahasiswa BK seluruh Indonesia, dalam menggali potensi diri mereka masing-masing di bidang konselor. “Sesuai dengan temanya, kami ingin meningkatkan kompetensi BK untuk membentuk karakter para calon konselor,” ungkapnya.
Dengan mengikuti kompetensi, mahasiswa dapat menguasai konsep dan teori dari paparan materi yang selama ini telah disampaikan. Mahasiswa juga dapat mengaplikasikan konsep dan teori tersebut melalui analisa masalah. (nia/oci)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *