UM Segera Kukuhkan Muhadjir

UM Segera Kukuhkan Muhajir_1UM Segera Kukuhkan Muhadjir 2_1

Surya 28 Juli 2016

Surya 28 Juli 2016

UM Segera Kukuhkan Muhajir

UM Segera Kukuhkan Muhadjir 2

UM Segera Kukuhkan Muhadjir 3

 

 

 

 

 

 

UM Segera Kukuhkan Muhadjir

JAKARTA, SURYA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengganti posisi sejumlah menteri. Satu di antaranya adalah Menteri Pendidikan yang sebelumnya Anies Baswedan, kini dijabat Muhad¬ jir Effendy, mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Rencana pengangkatan Muhadjir sebagai menteri sudah didengar keluarga sejak lama. Anwar Hudijono (56), adik Muhadjir Effendy, mengaku sudah mendengar hal itu dari teman-teman.

“Tapi, sikap keluarga kami menanggapi hal itu biasa saja, sampai benar-benar ada keputusan,” kata Anwar saat ditemui di kediamannya di kawasan Pondok Jati, Rabu (27/7). Anwar adalah anak iedelapan dari sembilan bersaudara, sementara Muhadjir anak ke enam.

Begitu melihat pengambilan sumpah jabatan, Anwar mengatakan langsung meng ambil air wudu dan melakukan sujud syukur. Anwar menuturkan, sujud syukur itu merupakan wujud terima kasih sekaligus doa‘ sebagai adik agar kakaknya bisa menjaga amanah.

Anwar yang juga mantan wartawan Harian Kompas dan mantan Pemimpin Redaksi Harian Surya ini membeberkan, sudah kali kedua kakaknya ditawari jabatan di pemerintahan pusat. Pertama saat era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), kakaknya pemah diminta untuk menjabat Dirjen Pertahanan Kementerian Pertaha nan.

“Kakak saya juga mau di angkat jadi Wantimpres Jokowi. Tapi, PP Muhammadiyah belum mengizinkan dan kakak saya santai saja,” ungkapnya.

Muhadjir, kata Anwar, juga mantan wartawan. Di kampusnya Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan di almamatemya Universitas Negeri Malang (UM), Muhadjir mendirikan Majalah Bestari (UMM) , dan Komunikasi (UM). “Beliau juga pernah • jadi wartawan di Majalah Semesta. Mungkin pengalaman

Keluarga..,

ini yang membuat kakak saya tak pernah mengeluarkan pernyataan lisan yang kontroversial,” ujarnya.

Meski sebagai kerabat menteri, Anwar dan pihak keluarga yang lain sangat berhati-hati. Pjhak keluarga, lanjutnya, tak akan memanfaatkan jabatan Muhadjir itu untuk mendapatkan sesuatu.

Muhadjir lahir di Madiun 29 Juli 1956. Jenjang pendidikan dimulai dari MI Dusun Mojorejo, Desa Klithik, Caruban. Tamat MI, Muhadjir masuk Pendidikan Guru Agama (PGA) Negeri Madiun.

Setelah enam tahun di PGA, Muhadjir yang juga pengamat militer ini mendaftar ke Fakultas Tarbiyah IAIN Malang (kini UIN Maliki Malang) dan lulus sebagai sarjana muda. Muhadjir mendapatkan titel Sarjana di IKIP Malang (kini UM) dengan jurusan Pendidikan Luar Sekolah (PLS).

Di UMM, Muhadjir menjabat rektor selama empat periode dan berhasil membawa UMM sebagai satu di antara universitas swasta terbaik di Indonesia.

“Keluarga kami berharap beliau bisa mengemban amanah ini dengan baik dan memberi sumbangsih bagi dunia pendidikan di Indonesia,” pungkas Anwar.

Sudah Menduga

Muhadjir Effendy punya firasat akan menjadi menteri. Itu dirasakannya setelah membaca surat dari pihak kepresidenan yang diterima pada Selasa (26/7/2016) siang.

“Hanya diberitahu saja agar tidak meninggalkan Jakarta. Mungkin mau dijadikan menteri, tapi enggak tahu di mana,” tutumya di Kemendikbud, Rabu (27/7/2016).

Firasat itu terjawab pada Selasa malam. Pihak kepresidenan memberi tahu bahwa ia diamanatkan menggantikan Anies Baswedan.

Namun, Muhadjir tak langsung menyampaikan kabar itu kepada keluarga. la baru menyampaikan berita itu pada Rabu, sekitar pukul 08.00 WIB, beberapa saat sebelum berangkat ke Istana Negara.

Mendengar kabar itu, katanya, keluarganya senang. “Ya ada yang seneng lah wong namanya ada keluarga jadi menteri,” kata dia.

Ia menambahkan, sebenamya sudah punya rencana bersama sang istrj untuk berkunjung ke Yogyakarta, bersilaturahmi dengan beberapa orang, di antaranya, Amien Rais dan Syafii Maarif.

Namun, lanjut dia, datangnya surat larangan keluar dari Jakarta membuatnya membatalkan niatan itu. “Ya sudah tidak jadi ke Yogya (Yogyakarta),” ujarnya.

Suka Menyanyi

Rektor UMM Fauzan mengenal Muhadjir Effendy, sebagai orang yang suka humor. “Orangnya humanis juga humoris. Jika belum kenal kelihatannya serius,” tutur Fauzan.

Selain itu, lanjut Fauzan, Muhadjir berkomitmen terhadap kerja yang berkualitas dan mendptakan kondisi kerja kompetitif serta berprestasi.

Fauzan mengaku sempat berbicara via telepon sebelum Muhadjir dilantik Presiden jokowi. “Pagi tadi, feleponnya lucu. Pak Fauzan, rupanya saya akan menjadi menteri itu betul,” tutumya.

Muhadjir, lanjutnya, masing sering datang ke UMM. “Sebab beliau adalah Wakil Ketua Badan Pembina Harian (BPFI) UMM,” jelas Fauzan.

Ruang keija Muhadjir berdekatan dengan ruang kerja rektor. la satu ruang dengan Ketua BPH Malik Fadjar yang pernah menjadi Mendiknas.

Menurut . Fauzan, sudah lama ada indikasi Muhadjir menjadi menteri. Setiap ada isu reshuffle, katanya, namanya selalu muncul. “Menumt saya, Pak Muhadjir tidak sekadar mewakili UMM, melainkan juga memiliki prestasi kerja, khususnya dalam pengembangan pendidikan. Itu menjadi entry point-nya,” katanya.

Sementara Nasrullah, Kepala Humas UMM sangat memahami kebiasaan mantan Rektor UMM itu. “Pak Hadjir suka menyanyi dan bisa memainkan semua alat musik jelasnya.

Lagu-lagu yang kerap dinyanyikan adalah lagu Sempurna milik Andra and The Backbone. Serta lagu Slank berjudul Ku Tak Bisa. Lagu-lagu Rhoma Irama banyak dihafalnya. Bahkan, dalam Muktamar Muhammadiyah 2015, ia sempat duet dengan
Rhoma Irama di ajang itu.

Menurut Nasrullah, Muhadjir meninggalkan Malang sejak Selasa malam menuju Jakarta. la ditemani istrinya, Ny Suryan Widati, dosen akuntansi di Politeknik Negeri Malang (Polinema).

Rektor UMM Fauzan mengatakan, meski tidak menjadi rektor, Muhadjir tetap mengajar di FISIP untuk SI hingga S3. Ia berharap, Muhadjir yang juga Direktur Taman Sengkaling bisa menjalankan tugas negara dengan baik. “Sebagaimana sukses
mengembangkan PT Muhamdiyah dan institusi Muhammadiyah,” harapnya.

Intan Kusumawardani, mahasiswa UMM semester 5 menyatakan senang dan bangga
jika mantan Rektor UMM jadi Mendikbud. “Kalau diajar beliau belum pemah karena saya di jurusan PGSD,” kata Intan di kampusnya.

Bebas Tugas

Rektor Urtiversitas Negeri Malang (UM) Roffiudin, menyatakan rasa bangganya karena Muhadjir adalah dosen tetap di kampusnya.

“Selamat buat Pak Muhad¬ jir telah menjadi Mendikbud. Pak Hajir adalah dosen UM pertama yang menjadi menteri,” tandas Roffiudin.

Menurut dia, Muhadjir adalah dosen Pendidikan Luar Sekolah. Sampai saat ini, ia masih aktif mengajar. “Kalau sudah jadi menteri, ya pasti saya akan membebaskan tugasnya sebagai dosen, Sebab, tidak mungkin wira-wiri Jakarta Malang untuk meng ajar,” jelas dia.

Muhadjir meski sudah menyandang gelar profesor/ guru besar, namun belum dikukuhkan di UM. “Nanti kita akan kukuhkan segera saat jadi menteri. Biar Pak Presiden Jokowi datang ke UM,” ungkap rektor disambung tawa kecil.

Perbaiki Kurikulum

Pengamat pendidikan, Zainudin Maliki menegaskan, permasalahan kurikulum harus segera dituntaskan oleh Muhadjir. Karena, katanya, kurikulum saat ini masih belum bisa diikuti semua elemen pendidikan. Itu sebabnya, kurikulum ganda masih ditemukan.

Ketua Dewan Pendidikan Jatim ini mengatakan, kondisi pendidikan dengan kurikulum 2013 saat ini, membuat guru tidak bisa mengembangkan diri. Apalagi terlalu banyak pelajaran yang akhimya tidak dapat dievaluasi maksimal.

Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Warsono, menilai menteri bam yang akan menangangi pendidikan Mi Indonesia ini mempakan orang yang sudah berpeng alaman. Warsono mengaku mengenal Muhajir sejak menjadi dosen di UM.

Terkait pendidikan ke depan, Warsono menyoroti perlunya pengembangan guru. Apalagi, pendidik mempakan ujung tombak penyampaian materi dan ilmu pada siswa.
“Orangnya paham persoalan pendidikan yang kompleks di Indonesia,” terangnya. (isy/ vie/ovi)

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *