Menilik Kisah Kesehatan

Surya 28 Juli 2016

Surya 28 Juli 2016

sambungan Menilik Kisah Kesehatan_1_1

 

Menilik Kisah Kesehatan

Sambungan Menilik Kisah Kesehatan

Menilik Kisah Kesehatan

UJUNG utara Malang Raya menyimpan cerita. Sebuah bangunan sederhana dekat pintu gapura menuju Rumah Sakit ]iwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang adalah lokasi tepatnya. Masrh kokoh berdiri dengan nuansa bangunan yang nampak sudah berusia senja. Namanya Museum Kesehatan Jiwa.

Pagi itu di minggu-minggu awal dimulainya tahun ajaran baru 2016/2017 saya menyempatkan diri menyidik dan memelajari apa saja isinya. Terdapat benda dan himpunan cerita yang setia mendampingi tiap artefak yang berjajar rapi pada tiap sisi. Menarik, beda, dan mungkin juga satu-satunya. Museum yang coba berkisah soal kesehatan jiwa manusia.

Perbincangan dengan penjaga museum memberikan wawasan dan pemahaman yang lebih. Kasturi, begitu ia memperkenalkan diri. Dengan kemeja batik bersahaja, ia mendampingi dan memberikan pehjelasan pada tiap sisi.

“Koleksi yang ditampilkan di sini awalnya berada di salah satu ruang di RSJ. Bertepatan dengan peringatan 100 tahun RSJ Sumber Porong tahun 2002, dipamerkan beberapa benda terkait sejarah perjalanan RSJ Sumber Porong yang dulunya bernama Krankzinigen Gesticht te Lawang dan semenjak 2002 berubah nama menjadi RSJ¬† Dr. Radjiman Wediodiningrat,”dengan detail Kasturi memberi penjelasan.

Museum diresmikan pada 23 Juni 2009, bertepatan dengan peringatan 107 tahun lembaga kesehatan jiwa ini mengabdi. “Museum ini diharapkan mampu memberikan wahana belajar tentang sejarah kesehatan, khususnya bidang kesehatan jiwa,” ungkapnya.

Rupa-rupa Koleksi

Benda-benda yang ditampilkan pada tiap ruang seolah ingin berkisah. Terdapat beragam benda, mulai dan media terapi pasien hingga peralatan medis. merupakan replika alat pasung manusia. Sangat kasihan apabila ada penderita kejiwaan yang dipasung oleh keluarganya sehingga kerapkali kami mencoba menanganinya, kisah Kastun.

Tiap pasien yang dirawat di RSJ Dr. Radjhhan Wediodiningrat memiliki beragam permasalahan kejiwaan berbeda. Sehingga metode yang digunakan untuk membantu menyembuhkan pasien juga berbeda.

“Dulunya setiap hari Sabtu, kamimemutarkan film sebagai sarana refreshing bagi pasien. Di ruang belakang juga ada meja bilyard dan peralatan musik yang fungsinya sebagai media rekreasi pikiran bagi pasien/’ imbiihnya.

Museum ini memang belum lama berdiri. Bahkan belum ada satu dekade. Keberadaannya mampu merangkai kepinean vane terserak, merekatkan kembali serpihan artefak yang terkoyak.

Menyidik kisah di museum kesehatan jiwa merupakan sarana untuk mensyukuri anugerah berupa kesehatan dan kewarasan dalam berpikir yang lebih mahal dari apapun.(htl\>:Hsurabaya. trihunnews. com/2016/07/27/menilik-kisah-kesehatan-jiwa-di-utara-malang-raya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *