Kampus UIN dan UM Larang Perpeloncoan

Radar Malang 27 Juli 2016

Radar Malang 27 Juli 2016

Kampus UIN dan UM Larang Perpeloncoan

Kampus UIN dan UM Larang Perpeloncoan

MALANG KOTA – Universitas Islam Negeri (UIN) Malang danUniversitas Negeri Malang (UM) memastikan tidak ada perpeloncoan kepada mahasiswa baru. Program pengenalan kehidupan kampus mahasiswa baru (PKKMB) yang segera dimulai, akan dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan positif yang menunjang proses perkuliahan.

Rektor UIN MaliM Malang Prof Dr Mudjia Rahardjo MSi mengatakan, sudah ada sosialisasi kepada panitia terkait larangan adanya kekerasan dalam PKKMB. Jika masih ada yang melanggar, Mudjia siap memberikan sanksi tegas kepada pelakunya. “Sanksi kami lihat dari jenis pelanggarannya didu. Tapi bisa saya pastikan tidak akan ada perpeloncoan,” ujarnya, Selasa (26/7).

Sementara itu, hal yang sama dilakukan Universitas Negeri Malang (UM). Kabag Akademik UM RJ Herry Soewito memastikan tidak ada model perpeloncoan dalam bentuk apapun di lungkungan UM. Sebab, proses PKKMB akan terpusat di dalam ruangan. “Lebih ke materi dalam kelas. Tidak ada lagi kegiatan luar ruangan,” jelasnya

Materi yang diberikan juga beragam. Mulai dari informasi keuniversitasan, pembelajaran di perguruan tinggi, hingga amanat kebangsaan akan disuguhkan kepada para mahasiswa baru (maba) UM. “Sudah tidak zaman lagi maba digunduli atau disuruh push up,” papar Herry. Atribut yang digunakan juga tidak neko-neko. Cukup jas dan topi almamater kampus.

Panitia yang diterjunkan oleh UM berasal dari kemahasiswaan, pihak rektorat bertindak sebaggai pengawas. Walaupun masih melibatkan mahasiswa, namun UM membatasi hanya sebatas jalur koordinasi. “Materi semua yang memberikan do sen atau pejabat kampus,” terang Herry.

Selain itu, sudah ada sosialisasi terkait larangan tindak kekerasan fsik dan psikologis. Jika masih ditemui ada pelanggaran, Herry mengatakan, akan ada sanksi tegas dari pihak universitas. Ragam sanksi yang diberikan pun tergantung dari kesalahan yang dilakukan. (zya/cl/lid)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *